Link: http://danielsantoso.multiply.comSebuah blog pribadi dari Ev. Daniel Santoso yang memuat kumpulan-kumpulan refleksi pribadi seorang pelayan Tuhan yang berespon melayani Tuhan di perantauan dan berinteraksi dengan budaya. Link: http://danielsantoso.blogspot.comSebuah blog yang memuat refleksi-refleksi teologis dari seorang pelayan Tuhan yang belajar melayani Tuhan baik dalam pelayanan gerejawi maupun dalam mandat budaya. | How Did You Know | | Gary Valenciano: How Did You Know | | Gary Valenciano | |
 | Category: | Books | | Genre: | Religion & Spirituality | | Author: | Stephen Tong |
Buku ini merupakan rangkuman dari seluruh Kebaktian Kebangunan Rohani tahun 2003 di Stadiun Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Stadion 10 Nopember, Surabaya, Aula Sabuga ITB Bandung, Semarang, Batam, Pontianak, Medan, Malang, Makasar, Palembang dengan tema " Yesus Kristus Satu-satunya Juruselamat Dunia ". Secara sistematika, Dr. Tong mendahului seluruh tema ini dalam satu konsep doktrinal yang mutlak yaitu doktrin Allah, Manusia dan Dosa dan doktrin keselamatan yaitu hanya melalui Yesus Kristus. Pemaparan Dr. Tong yang berani membuat pembaca memahami betapa seriusnya tema ini baik dalam konteks lokal di Indonesia maupun seluruh dunia. Secara pribadi, saya merekomendasikan buku ini tuk membawa setiap orang kristen kembali kepada semangat Christocentric yang mutlak dan berani menantang zaman yang bengkok ini. Tuhan berkati ,,,   | Category: | Books | | Genre: | Religion & Spirituality | | Author: | Richard Pratt, Jr |
Sebuah buku apologetika reformasi ( Van Tillian ) yang mudah dimengerti dan dipahami oleh setiap pembaca baik sarjana akademis maupun mahasiswa dan siswa. Dr. Pratt membawa pembaca melihat urgensi dalam pemberitaan Injil baik defensif maupun ofensif dalam membawa setiap manusia dibawa kepada pengetahuan dasar yang kokoh dalam doktrin yang mutlak tuk memahami Allah yang kudus dan manusia yang berdosa sehingga apologetika menjadi suatu respon sekaligus kewajiban orang kristen dalam mendeklarasikan Kristus sebagai satu-satunya juruselamat dunia ini. Tuhan memberkati   Perjalanan dari Taipei hingga hari ini saya mendarat di kota historis " Beijing " adalah suatu keindahan kasih setia Tuhan yang senantiasa menyentuh seluruh totalitas eksistensi hidup saya sebagai hamba Tuhan. Terlalu banyak hal-hal yang indah tak dapat saya lukiskan dengan kata-kata semanis apapun karena keindahan itu melebihi setiap kata-kata manis manusia yang mampu terucap dari bahasa bibir manusia yang telah terkontaminasi dengan dosa. Menikmati kasih-Nya hari demi hari bersama rekan-rekan sepelayanan di beberapa kota di China membuat saya tidak merasa sepi karena kami melayani bersama-sama dalam satu wadah yang kembali kepada sumber yang suci. Dalam theology kami berusaha mensinkronkan diri dengan setiap visi dan misi gerakan reformed injili dan bersama melakukan suatu pelayanan yang suci dan mengharumkan kemuliaan Tuhan di dalam konteks pelayanan masing-masing. Saat dunia semakin lama semakin tidak beres, apakah orang kristen kelak mengikuti arus besar ketidakberesan ini ? jika demikian, apakah kami terlalu lamban bertindak ? satu pergumulan demi pergumulan yang lain lahir saat kondisi dunia semakin memburuk baik dalam intelektual, moral, spiritual sehingga mereka sadar tidak sadar membawa dirinya kepada satu konklusi bahwa dunia adalah perjuangan manusia hingga kematian dan mereka tidak ambil pusing setelah mati mau masuk ke mana ? Inikah hidup manusia ? Saya percaya kita dipanggil untuk berjuang membawa mereka mengenal satu-satunya juruselamat dunia yaitu Yesus Kristus. Satu-satunya pendiri agama yang bangkit dari kematian. Saya rindu saudara sekalian mendengar Firman-Nya dan memberitakan-Nya ke seluruh dunia. Hingga saat ini, saya masih gentar saat mendengar satu teriakan teologis yang terucap dari seorang Rasul yaitu " Celakalah Aku jika aku tidak memberitakan Injil ". saya percaya jika setiap hari kita baca bagian ini maka kita dibakar semangatnya untuk tidak melalaikan tugas mulia ini. Terus kabarkan Injil ke seluruh dunia, teman-temanku !
For God we do our best !
DANIEL SANTOSO, Beijing, China   | Category: | Books | | Genre: | Religion & Spirituality | | Author: | Paul David Tripp |
Buku yang berbicara mengenai pentingnya kata-kata dalam kehidupan manusia. kata-kata berawal dari mana ? Paul David Tripp membukakan bahwa awalnya dari Allah tetapi manusia lebih mendengar kata-kata Iblis sehingga mansuia jaruh dalam dosa maka dalam dunia komunikasi kita berperang melawan good and evil maka Rasul Paulus menekankan satu definisi bahwa life is war melawan roh jahat maka kita harus bergantung dengan Firman Tuhan maka kita dapat berkata-kata dengan standar Allah ( Efesus 1:15-23 ). Dari akar yang baik menghasilkan buah yang baik maka kata-kata baik dikendalikan oleh pikiran dan motivasi yang baik. Tuhan memberkati ...   | Category: | Books | | Genre: | Religion & Spirituality | | Author: | Rick Warren |
Buku Rick Warren yang membukakan setiap manusia bahwa problem terbesar mereka adalah purposelessness, sehingga Purpose Driven Life mengajak pembaca di dalam 40 hari menikmati satu alur renungan untuk mengenali purpose yang sesungguhnya dalam kehidupan manusia sebenarnya dan manusia bisa memperoleh jalan keluar untuk menemukannya dan menjadi world class christian. Menurut saya, buku ini menawarkan kemasan yang indah ( kalau boleh meminjam istilah " Peter Drucker ) dalam kekristenan tetapi amat disayangkan bahwa buku ini kurang mendidik orang kristen dalam memahami Kebenaran Tuhan secara dalam dan ketat. Pembodohan demi pembodohan ditawarkan kepada orang kristen yang rindu menemukan purpose dalam kehidupan mereka. Beberapa ayat-ayat yang dikutip oleh Warren kurang mengikuti konteks dari Alkitab sehingga Warren mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan oleh penulis " The Prayer of Jabez " yaitu Bruce Wilkinson. Warren mengadopsi konsep sinergisme dalam doktrin manusia dan kurang menekankan konsep dosa, kalaupun ia pernah berbicara mengenai pertobatan, ia hanya mendasarkan satu definisi pertobatan adalah perubahan pemikiran ( dalam tingkah laku ) berbeda dengan konsep Calvin bahwa pertobatan adalah aksi Allah. Jika memang demikian, apakah berarti percaya kepada Tuhan adalah pilihan manusia ? atau sudah ditetapkan oleh manusia ? Jelas Warren memberikan celah bagi dirinya untuk menyetujui sinergisme. Menurut saya, buku ini hanyalah buku manajemen pelayanan berjiwa self centred yang mengutip beberapa bagian Alkitab tetapi keluar dari context - hanya sebagai pendukung dari konsep Warren ( eisegeze ), pragmatic, poor basic of doctrines pluralisme and instant product. Herannya, buku ini terjual hingga 16 juta ekslemplar di seluruh dunia, satu pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah apakah Saddleback Church akan menjadi Salt Lake City II ? apakah seluruh orang kristen harus memakai buku Warren ( seperti Book of Mormon ) untuk mengerti Alkitab ?   Sejak lima hari saya telah mendaratkan kaki saya kembali di Taiwan, saya melihat terlalu banyak kasus-kasus pelecehan hak asasi manusia di Taiwan dan China yang baru terjadi sehingga hari-hari saya nikmati menjadi satu emosi yang serius dan sedih. Betapa tidak, Pertama, seorang anak perempuan disiram oleh tante-nya air panas yang mendidih pada saat ia menangis kesakitan karena pendarahan dan akhirnya ia meninggal di rumah sakit. Kedua, Seorang ayah memukul anak perempuannya sendiri di depan 7 eleven lalu kepala anaknya sendiri dipukulkan ke dinding kaca 7 eleven lalu rambutnya diangkat ke atas sehingga rontok. Korban dibawakan ke rumah sakit selama 1,5 bulan dan akhirnya anak perempuan tersebut meninggal dunia, ayahnya malah berkata " jangan pura-pura mati ". Ketiga, di Hebei, China ada seorang ayah yang memperlakukan anaknya seperti kera, dari kecil ia tinggal di luar rumah dengan diikat dengan rantai lalu dikasi makan dan minum seperti kasi makan kera lalu tidur baru dikasi tidur di gudang hingga ia berusia 12 tahun dan tingkah lakunya seperti kera. beberapa orang mengutuk perbuatan ayah tersebut, ayah tersebut hanya berkata " itu anakku, bukan anakmu ". Pertanyaannya saya, inikah fungsi keluarga ? dimana peranan ayah dan ibu yang benar ? dimanakah hati nurani mereka ? ... kepada saudara sekalian, saya rindu saudara sekalian mengasihi anak-anak yang Tuhan berikan kepada saudara karena mereka adalah hadiah dari Sorga untuk menyatakan kemuliaan Tuhan dan kedaulatan Tuhan di bumi. Biarlah Kasih Tuhan melingkupi kehidupan saudara sekalian sehingga setiap ekspresi hidup kita membawa pesan penting bagi dunia untuk mengasihi Tuhan, sesama dan alam semesta. Tuhan memberkati saudara sekalian ...
Tuhan ampunilah mereka yang telah mendukakan hati-Mu ... itulah doa kami !
Tetap serius
Daniel Santoso, Taichung, Taiwan
  Di sendiriku ...
hati ini telah melukis cinta yang kuidamkan
sayang, dimanakah lukisan itu ...
sketsa lembaran cinta kasihku
Di sendiriku ...
nyanyian ratapan seakan bersenandung
entah hadir menghibur atau mengusik
membawa nama Yesus Kristus
dalam melodi nada dan harmoni kata
Di sendiriku ...
melihat matahari yang telah menutup mata cahyanya
Yesus Kristus, sebuah Nama yang menarik perhatianku
membuatku belajar menulis perjalanan hidup bersama-Nya
membuatku belajar memahami cinta kasih dan keadilan-Nya
membuatku belajar mengerti setiap bimbingan tangan-Nya
semua nyata ... semua karena cinta-Nya
Di sendiriku ...
Yesus Kristus, Sahabat Sejatiku
hadir menyelimuti diriku dalam melodi orkestra kasih-Mu
memperbaharui segala lukisan cinta yang pernah terukir
meski masih ada ragu ... imanku tetap dibimbing-Nya
Biarlah semua manusia berkata ...
Inilah diri kami dalam melodi untuk-Nya
saat kami dapat berdiri tegak, semua karna cinta-Nya
terlukis dalam hati sederhana kami
dalam keindahan dan kedamaian-Nya
Ajarkanlah kami Tuhan, menghitung cinta kasih-Mu ..... kebahagiaan kami !
Terus belajar berdoa
Daniel Santoso
Taichung, Taiwan   Sejak saya mendarat di kota Jakarta, saya banyak melihat realita kehidupan masyarakat metropolis yang penuh keberagaman situasi dan kondisi baik dari segi lalu lintas yang padat penuh polusi asap baik dari pabrik maupun kendaraan umum khususnya metro mini maupun bajaj, garis kemiskinan yang masih nampak dari beberapa keluarga di bawah jembatan tol maupun anak-anak kecil yang berada di pinggir jalan memohon belas kasihan setiap mobil dan motor yang mendekatinya, penyakit korupsi yang masih tampak jelas antara polisi dengan pelanggar lalu lintas tanpa takut ancaman presiden bagi mereka yang melakukan KKN, perjuangan hidup para penjaja kaki lima maupun penjual makanan daerah alias warteg yang dini hari sudah memasak sajiannya untuk " fresh " dinikmati oleh para pekerja yang hendak mengisi " energi " sebelum mereka bekerja membanting tulang hingga uang membayar setiap jerih lelahnya, Banjir yang melanda Jakarta baru-baru ini membuat pengguna lalu lintas menjadi sedih karena mobil-mobil mereka yang mogok dan berjam-jam mereka harus melatih kesabaran menekuni langkah demi langkah perambatanan jalan tersebut. Inilah sebagian realita yang saya lihat selama beberapa waktu ini di Jakarta ... Banyak hal-hal diatas mampu dikupas dari segi etika, psikologi, sosiologi, pendidikan, sosial politik maupun ekonomi sosial budaya dan agama.
Kisah hidup pedagang yang " rutin " dalam keseharian mereka, para pedagang ITC Mangga Dua yang jam 9 dari rumah berangkat dari rumah karena menghindari " 3 in one " menuju tempat mereka berdagang hingga jam 8 malam karena mereka harus menunggu kembali " 3 in one " dan macetnya ribuan mobil yang mau keluar dari komplek tersebut. Sebagai hamba Tuhan, saya berusaha memahami situasi yang seperti ini, kekompleksitasan yang bejibun - yang menentukan arah hidup mereka ; Berdagang atau Mati ! Apa yang saudara lihat dari tulisan ini ? Mereka berjuang mati-matian hanya untuk exist di kota metropolis ini. Saat saya hidup di Taipei, saya pernah bekerja dari paper boy, sauna boy hingga asisten manager di sebuah company book ... bekerja hingga larut malam bukanlah sesuatu yang jauh dariku. Jika saudara melihat anak-anak Indonesia di Taipei ataupun Taichung, jam 2 malam mereka baru pulang bekerja dari restoran hingga penjual toko klontong. Pertanyaanku adalah saat mereka bekerja hingga larut malam, dimanakah para pelayan Tuhan saat itu ? tertidur lelap tanpa beban ? bukan berarti saya menghimbau para pelayan Tuhan untuk tidur lebih malam dari mereka, bukan ! Tapi, Jika mereka bekerja dengan satu semangat yang penuh kesungguhan, berjuang untuk eksistensi hidup mereka di kota metroplis ... masakkah para pelayan Tuhan kurang antusias dalam semangat melayani Tuhan? Jangan malas hey para pelayan Tuhan ... Tuhan senantiasa melihat apa yang kita kerjakan bagi kemuliaan-Nya ... Pertanyaan saya begitu sederhana, Apa yang sudah kita kerjakan bagi-Nya ? Teruslah berjuang bagi kemuliaan-Nya dan Biarlah Tuhan tetap Tuhan dalam setiap teriakan kita maupun pergumulan hidup yang tertuju kepada satu-satunya pengharapan kekal yaitu Yesus Kristus. Inilah yang telah dilakukan oleh Kaum Puritan maupun Reformed di Eropa dan Inilah poin penting yang ditemukan oleh Max Webber dalam etos kerja kaum Calvinis yaitu For God we do our best ! shall we ?
Keep The Fire Burning
Daniel Santoso, Jakarta   Sejak zaman Renaisance, manusia dibawa kepada satu keyakinan modern bahwa saat aku berpikir maka disitulah aku berada ( cogito ergo sum - Rene Descartes ), sehingga mereka terus berusaha memikirkan suatu solusi mencari kebenaran melalui berbagai metode yang manusia gumulkan dengan susah payah. Dari rasionalisme yang menekankan logika untuk menentukan kebenaran dan berusaha membuktikan sesuatu definisi dengan satu pemahaman yang rasionalis ( bukan rasional ) sehingga akhirnya menemukan hal-hal yang kelihatannya logis tapi juga terbentur dengan kelogisan logika itu sendiri. Sebagai contoh : Obat adalah penyembuh tetapi jika makan obat kebanyakan maka obat bukanlah penyembuh tetapi racun. Maka disini secara logika kita bisa katakan bahwa obat adalah racun sekaligus penyembuh ?
Dari menentukan kebenaran melalui rasio lalu manusia berusaha membuktikan kebenaran dengan otoritarisme yaitu tergantung otoritas yang menentukan. Maka kalau kita melihat disini otoritas manusia adalah relatif, kalaupun perlu otoritas berarti pemegang otoritas haruslah lebih tinggi daripada manusia karena manusia relatif dan selalu berubah. " Apa kata dosen aja dech ", bukankah itu semangat mahasiswa zaman sekarang ?
Emprisme, aliran bagi mereka merindukan merasakan kebenaran tersebut secara intuisi sehingga empirisme berkembang untuk merasakan kehadiran kebenaran tersebut. misalnya kalau saudara melihat segelas teh maka saudara mau tau apakah teh itu manis ataukah tawar maka bukankah saudara harus merasakannya ? Pertanyaannya adalah apakah yang saudara rasakan adalah mutlak benar ?
Subjectivisme banyak berkeliaran di belantara dunia postmodern dimana semuanya relatif sehingga jika saya melihat sesuatu gambar mungkin saya akan mengatakan gambar itu gambar ayam tetapi saudara berkata itu bukan ayam tetapi kelinci. Kalau begitu manakah kebenaran ? Postmodern menyukai kondisi yang seperti ini karena kebenaran rupanya bukanlah sesempit yang kita bayangkan tetapi limpah dengan makna yang ditentukan oleh subyek sebagai penentu kebenaran. Semangat kebebasan tersebut diperjuangkan oleh Jacques Derrida dalam permainan bahasa. Berarti tiada kebenaran yang mutlak melainkan kebenaran-kebenaran yang semuanya benar. jika memang demikian dimanakah letak ketidakbenaran ?
Dalam Reformed Theology, kita percaya bahwa manusia dapat mengenal Kebenaran hanya karena iman ( from faith to faith ) yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk dimengertikan dan melakukan Kebenaran tersebut. Semuanya tidak lepas dari Anugerah Tuhan yang diwahyukan kepada manusia melalui wahyu khusus ( special revelation ) yaitu Firman Tuhan - YESUS KRISTUS sebagai satu-satunya jalan, kebenaran dan kehidupan . Maka Kebenaran diperoleh manusia hanya melalui revelationis - fidei karena orang benar dibenarkan oleh iman ( Roma 1:15-17 ).
Terus berjuang bagi Kebenaran
Daniel Santoso, Jakarta   Bila kuingat senyum manismu, Takkan habis waktu melamun ...Bila kuingat canda tawamu, Takkan habis waktu berangan ... Ingin kumiliki hari selamanya berdua denganmu, selamanya, meskilah hanya angan yang kelamaan ... by lingua
Adalah cuplikan lagu dari " Lingua " yang membawa saya kembali merenungkan masa sekolah dahulu, yeah masa remaja ! Banyak hal yang terjadi pada masa remaja baik suka maupun duka, berusaha mencari identitas diri sebagai orang kristen dalam dunia pendidikan dan masyarakat. Remaja yang mulai mencari satu definisi mengenai " Cinta " dan berusaha memahami emosi dan afeksi dari cinta itu sendiri ... sayang, terlalu banyak dari mereka hanya memahaminya dalam suatu ruangan yang sempit. Mereka begitu tergila-gila dengan cinta definisi manusia ... sampai rela melamunkan sesuatu yang di atas angan mereka.
Cinta adalah kerelaan utnuk menyerahkan diri dan berkorban utk seseorang yg dianggap pantas menerimanya.
Cinta sesungguhnya sesuatu yg sulit utk dimengerti dan dilalui oleh sebab itu sampai saat ini orang masih terus membicarakannya.
Pertanyaan pribadiku di masa dewasaku kini adalah pernahkah kita tergila-gila dengan cinta kasih definisi Ilahi ?
Terus belajar
Daniel Santoso, Jakarta
  | Category: | Books | | Genre: | Religion & Spirituality | | Author: | Stephen Tong |
Dr. Tong membawa setiap orang kristen mengintrospeksi pertumbuhan iman dan kerohanian diri manusia untuk memuliakan satu-satunya pokok anggur yang agung yaitu Yesus Kristus. Terlalu banyak orang kristen hari ini tidak berbuah sehingga seharusnya ditebang namun melalui buku ini menyatakan doktrin Allah dan spiritualitas Allah yang menyatakan kesabaran-Nya menunggu setiap pohon dan ranting yang masih dalam proses bertumbuh dan berbuah ini. Dari konsep pokok anggur yang benar, Dr. Tong membawa alur penting untuk memahami rahasia hidup yang berbuah dan hasil hidup yang berkelimpahan serta doktrin Roh Kudus yang memberikan hidup yang berbuah bagi kemuliaan Allah serta memberitakan Injil Kristus kepada sesama manusia.   Salam Sejahtera dalam Kasih Kristus,
Hello semuanya ... 
Nama saya Daniel Santoso dan saya senang sekali saudara mengunjungi website yang sederhana ini yang memuat tulisan-tulisan renungan saya dan pemikiran saya dalam kehidupan bergumul dengan Tuhan. Tanpa pergumulan dengan Tuhan maka kehidupan kita akan mengalami stagnasi karena Tuhanlah sumber kehidupan kita. Tanpa Tuhan maka kehidupan kerohanian kita tidak mungkin mengalami kedewasaan.
Kehidupan manusia penuh dengan suka dan duka.Terima kasih Tuhan atas segala apa yang telah kau tetapkan bagi kami karena kami dapat belajar banyak hal dalam kehidupan ini ... saat kita meratap, saat kita menangis, saat kita berjuang mati-matian, saat kita disalahmengerti, saat kita dipuji, saat kita diuji, saat kita dihajar, saat kita dicintai, saat kita dibenci .... dan sebagainya, Engkau maha tahu dan Engkau memberikan kekuatan kepada kami ! Saya percaya apa yang dikatakan oleh Jay Adams, orang kristen tak boleh percaya kepada sikap yang lemah karena orang kristen adalah kaum yang paling ' ganas ' di seluruh dunia ini karena mereka telah diberikan perintah untuk menaklukkan Iblis, memenangkan peperangan dan takkan berhenti berperang melawan kejahatan dengan kebaikan. Saya bersyukur atas gerakan Reformed Injili melalui theology Reformed Injili menjadi hadiah Tuhan bagi kehidupanku sebagai orang kristen. Terus berakar dalam Firman Tuhan yang satu-satunya dan sejati serta berbuah,memberitakan Injil kepada seluruh dunia ... itulah keutuhan pelayanan kristen. Saya merindukan kita semua sama-sama berjuang dan memberikan yang terbaik hanya bagi Dia karena Ialah pusaka kita ... Yesus Kristus satu-satunya juruselamat dunia ini ! Mari saudara sekalian ... kita menggarap sesuatu yang bernilai di hadapan Tuhan melalui pelayanan kita baik mandat Injil maupun mandat budaya, melayani Tuhan dengan tangan yang suci, mulut yang suci, pemikiran yang suci, kaki yang suci dan berjuang dengan semangat yang suci dari Tuhan. Tuhan memberkati pelayanan kita semua ... Gloria in Excelsis Deo
Salam perjuangan hidup bagi Kristus 
Daniel Santoso , Beijing, China   SUFFERING SERVANT
Salah satu sumbangan teologis terpenting dari kitab Yesaya adalah hamba Tuhan . ( Yes 42 53 ). Tetapi perdebatan besar terjadi pada saat mereka mencoba untuk mengenali siapakah hamba Tuhan yang dimaksudkan ? Israel, Yesaya, Koresy ? Apakah masing-masing hamba Tuhan dalam Yesaya 42-53 adalah figur yang sama? Bagi orang Yahudi, pada awalnya Israel adalah hamba. ( Yesaya 41:8-9 ). Tujuan seorang hamba adalah melakukan kehendak tuannya dan Israel dipilih untuk melakukan kehendak Allah untuk : menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa ( Yes42:1 ) dan menjadi terang untuk bangsa-bangsa ( Yes 42:24 ). Dalam Yesaya 49:1-6, Yakub dan hamba-Ku Israel yang dibentuk sejak dari kandungan untuk menjadi hamba Allah untuk menegakkan suku-suku Yakub disini lebih mengarahkan kepada nabi itu sendiri. Dalam Yesaya 52-53, muncul hamba Tuhan, Kita sekalian sesat seperti domba tetapi Tuhan telah menimpakannya kejahatan kita sekalian ( Yes 53:6 ). Disini akhirnya mengharuskan kita untuk menafsirkan bahwa hamba itu bukanlah Israel, nabi yang disebut Israel tetapi The True IsraelTetapi sayangnya orang Yahudi kurang memahami apa yang kita bicarakan mengenai The True Israel. Orang Yahudi masih mempercayai penafsiran bahwa Yesaya 53 menceritakan kehidupan orang Yahudi secara collectively ( komunitas ) dan bukan individual. Mengapa mereka menganggap demikian ? Kehidupan sebagai orang Yahudi sepanjang sejarah mengalami problem of pain ( istilah dari C.S Lewis ). Salah satu tokohnya adalah Emmanuel Levinas. Jika kita melihat dasar pemikiran filosofis dari Levinas :
-Tradisi Yahudi pembantaian kaum Yahudi ( tahun 70SM & Holocaust ). Semua kepahitan rasial itu cukup membuatnya mempertanyakan sebenarnya dimana Allah saat semua kekejiaan itu terjadi ? Dimana Allah saat kaum Yahudi harus mati di dalam suatu camp konsentrasi hanya karena identitas diri mereka ? Mengapa semuanya seakan-akan tidak adil bagi dirinya, bagian dari kaum Yahudi. Seluruh Filsafat Barat dari Plato hingga Heidegger. Disini bagi Levinas, filsafat Barat mengejar totalitas yaitu menjadikan diri sebagai pusat. ( Karena bertolak dari aku dan kembali bagi aku Kalau istilah dari Descartes adalah cogito ergo sum, menurut bahasa Levinas : The Philosophy of the same ). Bagi Levinas, totalitas yang benar hanya didapatkan bila diri telah berjumpa dengan wajah diri orang lain. Jadi baginya subyek menjadi subyek karena subyek bertanggungjawab akan orang lain. Dari konteks Yesaya 53, Ia melihat diri harus bertanggungjawab bukan atas apa yang tidak saya perbuat malah apa yang diperbuat orang kepada saya. Ia melihat dirinya sebagai hamba Tuhan yang menderita bagi orang lain. Kenapa Levinas punya pemikiran seperti tersebut ? Saya melihat dirinya banyak dipengaruhi oleh Doestoyski ( Setiap orang diantara kita bersalah terhadap orang lain dan saya lebih bersalah dari siapapun ) dan Paul Celan ( aku adalah engkau apabila aku adalah aku ).Bagi saya ia sudah mengembang suatu konsep respondeo ergo sum yang humanis. Dalam Yesaya 53 diperlihatkan suatu realita bahwa hamba yang menderita itu bukan Levinas, bukan Israel, bukan nabi Yesaya. Lalu siapa The True Israel ? Tuhan Yesus Kristus ! Kisah 8 : 35. Saat sida-sida dari Ethiopia bertanya kepada Filipus mengenai domba yang dibawa ke pembantaian, Filipus mulai dari ayat tersebut menyatakan Yesus Kristus. Yesaya bernubuat melalui hamba Tuhan yang sabar dan rela menderita ini banyak orang diampuni, dibenarkan, ditebus, disembuhkan, dikuatkan sehingga penderitaanNya bukan kegagalan tetapi menyatakan keagungan dan kemuliaanNya.Ia menderita menanggung penyakit kita dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh ( menerima anugerah keselamatan ). Bagaimana kita sebagai hamba Tuhan ? Seringkali sedikit sekali penderitaan membuat kita merasakan kecewa kepada Tuhan. A Grief Observed, sebuah karya C.S Lewis, memberikan kekuatan kepada saya melalui sebuah statement yang sederhana tetap cukup memukul setiap kita. C.S Lewis kehilangan istri yang paling ia cintai, ia merasakan kekosongan dalam hati yang sangat mendalam, ia mengatakan bahwa seringkali saat kita mengalami penderitaan, sepertinya Allah bagian dari problem bukan solusi sehingga kita kecewa kepada Dia, tetapi sejujurnya saat kita bahagia, kita tidak mempedulikanNya. Saat kita bingung, Pergilah kepadaNya Pintu terbuka bagimu ! Tuhan Yesus sudah memberikan yang terbaik melalui penderitaanNya bagi kaum pilihanNya, apa yang k dapat kita berikan kepadaNya ? Nyatakan keagungan dan kemuliaanNya melalui hidup, panggilan dan pelayanan setiap kita !
Thanks God for your Salvation
Daniel Santoso in Shanghai, China 
INILAH ARTI HIDUPKU
Allah menciptakan manusia dan memerintahkan manusia berbuat baik sesuai Firman Tuhan maka saat kita melakukan perbuatan baik semestinya kita tidak punya hak untuk membanggakan diri sendiri tapi karena memang seharusnyalah kita sebagai manusia melakukan hal tersebut dalam kehidupan ini.
Kitab Pengkhotbah mengatakan bahwa kita hidup dalam kondisi yang disebut kesia-siaan - meaningless. life is meaningless ! tidak ada substansinya, tidak ada artinya dan monoton ! Segala sesuatu cepat berlalu, tiada artinya. Matahari terbit dan tenggelam, sungai mengalir begitu saja. Dalam dunia ini tidak ada sesuatu yang baru, semuanya serba berulang. Salah satu yang paling mengerikan yaitu ketiadaan arti hidup.
Setiap manusia sepanjang zaman bergumul mengenai hal ini yaitu arti hidup dan Alkitab mencatat bahwa manusia telah diberikan infinity dalam hati mereka untuk mencari arti hidup yang sejati. Kapan mereka baru lekas-lekas mencari arti hidup ? Biasanya saat manusia mendekati " death " mereka melakukan " searching for meaning of life ".
Hidup digambarkan sia-sia ... hidup dibawah matahari bagai menjaring angin, meskipun manusia memiliki materi maupun kenikmatan duniawi tapi bagi penulis, semuanya tetap sia-sia belaka karena suatu saat kematian akan mengalah mereka. Maka Pengkhotbah 7:4 mengajak kita untuk pergi ke rumah duka untuk mengintrospeksi sebenarnya apakah arti hidup manusia dalam dunia yang fana ini, bertanya kepada diri " Apa yang sudah aku kerjakan di dunia ini sebelum kematian datang ? ". Hidup dan mati adalah misteri tapi indah karena melaluinya kita dapat lebih dekat kepada Tuhan karena hidup dan mati adalah ditentukan oleh-Nya maka saat Tuhan berikan manusia kesempatan untuk sekarang hidup dan esok akan mati maka apa yang sudah aku kerjakan untuk Tuhan melalui hidupku ........ itulah kasih Tuhan bagi manusia. Nikmatilah kasih-Nya melalui berkat-berkat-Nya saat kita masih hidup dan hitunglah betapa Allah konsisten menyediakan segala yang kita perlu dalam dunia ini ..... Enjoy and Count His Blessing !
THANKS GOD FOR ALL YOUR LOVE
evds - taipei, taiwan
MUSIK BAGI KEMULIAAN NAMA TUHAN
Sumbangsih Reformasi terhadap musik adalah menyanyikan Firman Tuhan ( Singing with Understanding ). Inilah konsep kekristenan dalam musik gerejawi yang berbasiskan pada Alkitab sebagai satu-satunya :
1. source of knowledge
2. protection from evil and temptation
3. source of joy
4. guide for every faceth of life
Melihat definisi kekristenan mengenai musik maka saya menyetujui bahwa :
1. Christian must judge the validity of Christian Music.
2. Christian music is vital to a living and functioning church
3. Christian music has a philosphical base in bible.
philosophical disini saya maksudkan yaitu :
- music yang mampu mengkomunikasikan Kebenaran Tuhan dalam Alkitab.
- musik yang mampu merefleksikan karakter Allah dalam Alkitab
- musik yang mampu mempengaruhi dunia dan bukan dipengaruhi dunia.
Berbicara mengenai pattern untuk musik gerejawi , Christian Music kembali kepada basic yaitu God Creation dari Ibrani 12:2, Efesus 3:9, Yesaya 57:19 dimana dari Alkitab kita dapat membagi 4 pattern berkarya melalui music yaitu suatu :
a. testimoni untuk berkerja bagi Tuhan
b. inspirasi dari dorongan spiritual yang besar
c. kebangunan spiritual
d. berbasiskan pada wahyu umum dan wahyu khusus.
Melihat fakta musik gerejawi saat ini maka kita dibawa kepada pembagian bentuk fenomena musik yaitu :
1. TRADITIONAL SACRED MUSIC yang berfondasikan kepada :
a. revival
b. high culture
c. strong apologetics.
Musik tradisional memiliki kelimpahan secara teknik musikal maupun teologi yang utuh dalam satu ekspresi lagu. Seringkali orang kristen kurang menghargai musik berharga ini dan menyimpannya dalam gudang dan dianggap sudah kuno.
2. CONTEMPORARY CHURCH MUSIC yang sebagian besar memiliki kekurangan dalam :
a. poor theology
b. lack of understanding sehingga jatuhnya kepada spiritual pragmatism
c. evangelism without holiness = diskotik rohani
d. secular spirit.
Bukan berarti semua lagu kontemporer seperti itu tetapi sebagian besar lagu kontemporer saat ini memberikan nuansa seperti itu sehingga perasaan mereka saja tersentuh without understanding of Truth.
Secara pribadi saya menghargai Traditional Sacred Music yang telah membuktikan kelimpahan doktrin dan pengajaran kekristenan melalui teks musik selama beratus-ratus tahun dan tetap memiliki signifikansi sampai zaman ini, plus Comtemporary Church Music yang mencerminkan Kebenaran Allah dalam Firman Tuhan, Pekerjaan Roh Tuhan, Kasih, Sukacita dan Damai Sejahtera serta memproklamirkan iman yang limpah di dalam Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat dunia ini. Bukan berarti saya setuju dengan seluruh contemporary church music yang berkembang saat ini tapi sebagian kecil contemporary church music yang memiliki semangat kelimpahan Firman Tuhan melalui musik bagi Tuhan karena Ialah Sang Kelimpahan Firman Tuhan yang patut dimuliakan oleh seluruh jagad ciptaanNya. GLORIA IN EXCELSIS DEO .......
Soli Deo Gloria .......
evds - taichung, taiwan
HIDUP ADALAH IBADAH
Seringkali kita menggunakan imajinasi dan kreativitas pribadi untuk mencari dan memikirkan siapakah Allah itu, tetapi sejujurnya imajinasi kita masih lemah karena natur dosa melekat pada kita sehingga sebagus-bagusnya imajinasi kita terhadap Tuhan tetap belum dapat memahami keutuhan Allah itu. Kita tahu Allah adalah Allah dan kita adalah manusia ciptaanNya maka kita selayaknyalah menyembah dia dalam roh dan kebenaran-Nya. Pertanyaannya adalah apakah worsip itu sendiri ?
Nicholas Wolterstroff memberikan satu definisi mengenai worship yang sangat tepat yaitu presenting one life to God. Saat kita menyatakan worship kepada Tuhan maka itu merupakan suatu keutuhan totalitas kita menyembah Dia baik dalam spiritualitas maupun dalam fisikal. Dari keutuhan tersebut kita harus mendasarinya dengan memahami knowledge of God and knowledge of man secara seiring. Calvin menyatakan konsep tersebut dalam buku " Institues of Christian Religion " pada bab 2 bahwa " No Knowledge about God without know about man, No knowledge about man without Know About God ".Dari pengenalan tersebut maka kita tidak akan menyembah Dia dengan setengah hati maupun berimajinasi tanpa dasar mengenai Allah.
Sebenarnya apakah semua worship kita pasti diterima oleh Tuhan ? jawabannya tidak ! Rupanya Allah juga tidak sembarangan menerima worship maka worship apa yang tidak dapat diterima-Nya ?
1. Penyembahan terhadap allah palsu - Keluaran 34:14, Roma 1:21-2:1
2. Penyembahan terhadap Allah yang benar dalam bentuk yang salah - Keluaran 32:7-8
3. Penyembahan Allah yang benar dengan cara sendiri - Matius 15:3
4. Penyembahan kepada Allah yang benar dengan cara yang benar tapi dengan sikap yang tidak benar - Maleakhi 1
Maka, Allah merindukan kita memberikan worship yang bukan " muraham " atau " sembarangan " tetapi worship kepada Allah yang benar dalam bentuk yang benar dengan cara yang benar dan sikap yang benar dari seluruh totalitas kita sebagai manusia ciptaan-Nya terhadap Dia, Sang Pencipta.
Thanks God for all your majestic grace .....
evds-taipei, taiwan
Keagungan Inkarnasi Kristus
Setiap tahun kita merayakan hari Natal, " Merry Christmas ... Buddy !". Apakah engkau mengenali makna natal tersebut ? banyak orang merayakan hari natal tetapi tidak paham arti sebenarnya natal, sayang sekali ! Shinkong Mitsukhoshi, Taipei menggelar discount untuk meraup massa untuk melakukan shopping secara besar-besaran. SOGO Hongkong memanaskan suasana natal juga dengan discount besar plus acara natal bersama ramainya lampu dan pohon natal. sebenarnya apakah itu yang terjadi pada malam natal yang pertama ?
Hey ... orang kristen, apakah makna natal bagimu ? Natal adalah " Good News " yaitu orang berdosa boleh kembali diperdamaikan oleh Allah dan dengan Allah, dimulai dari Yesus Kristus turun ke dalam dunia ini. Siapakah Yesus Kristus ? Dalam Yohanes 1:1,14, Yesus adalah Allah yang menyatakan diri dalam daging ... God manifested Himself in flesh. Inilah Firman yang menjadi daging. Puji Tuhan ! Inilah keunikan kekristenan yaitu Inkarnasi.
Apa itu inkarnasi ? Allah masuk dalam tubuh manusia di dalam proses menyatakan Ia beserta kita ... God with Us ! Inilah Allah yang sejati. Saat kita membaca Yohanes 1:1,14 kita akan melihat bahwa sebenarnya Yohanes ingin menyatakan bahwa Pertama, Yesus adalah Firman dan Firman itu telah ada sebelum dunia diciptakan ( Kejadian 1:1 ). Kedua, Setiap pekerjaan dan ucapan Yesus Kristus tercatat di dalam Kitab Suci, disinilah Firman Tuhan bekerja ! Ketiga, Hubungan Firman dengan Tuhan yang begitu intim. Hubungan relasi antara Bapa dengan Anak dimana Anak mencerminkan Bapa. Barangsiapa melihat Anak, mereka telah melihat Bapa !
Mengapa Anak Allah lahir dan turun ke dalam dunia ? karena kasih-Nya hingga Ia rela turun ke dalam dunia ini hingga mengorbankan diriNya di atas salib. Kalau melihat relasi Bapa dan Anak, bisakah engkau memahami orangtua yang harus kehilangan anak yang paling dikasihinya ? Abraham telah belajar poin ini ! Tapi Yesus Kristus mengasihi manusia maka Ia lahir , Ia mati dan Ia bangkit !
Adakah manfaat Yesus lahir bagimu ? apakah engkau sekadar menikmati keselamatan dari Tuhan lalu engkau bisa tinggal menunggu kapan engkau dapat berangkat menuju sorga ? Belajarlah dari makna inkarnasi Tuhan bagaimana Yesus Kristus rela turun dari Tahta yang Tinggi tuk mengasihi dan mengasihi orang lain dengan Kasih-Nya dalam kehidupan kita. Malam natal yang pertama begitu sederhana tapi Sang kekal hadir bagimu ... itulah kelimpahan Natal ! Firman itu beserta kamu !
Selamat Hari Natal .........
Ev. Daniel Santoso - Taipei
| |